Menu

Diduga Gelapkan 84 Ton Minyak CPO Milik Wilmar, 4 ABK Kapal SPOB Seroja XIV Ditahan

Discussion in 'Diskusi Umum' started by minmin, Jul 24, 2017.

Share This Page

  1. Staff Member
    minmin

    minmin is a Featured Memberminmin is a Verified Memberminmin Administrator

    • Messages: 317
    • Likes Received: 122
    [​IMG]

    DUMAI (BeritaTrans.com) – Penjarahan minyak kelapa sawit mentah (Crude Palm Oil) kembali terjadi di perairan Dumai yang melibatkan anak buah kapal (ABK) yang dipercaya membawa CPO tersebut.

    PT Wilmar, sebuah perusahaan produsen CPO besar di Dumai melaporkan kehilangan muatan sebanyak 84 ton minyak sawit mentah yang diangkut menggunakan SPOB Seroja dari Sampit kalimantan Timur.

    Laporan kehilangan tersebut disampaikan pihak perusahaan ke Mapolres Dumai dan saat ini, aparat kepolisian sudah menahan 4 orang anak buah kapal diduga terlbat dalam aksi yang dilaporkan merugikan perusahaan hingga Rp600 juta.

    Pihak perusahaan sendiri melaporkan kalau kejadian pencurian tersebut diketahui sudah dua kali terjadi dan kecurigaan diarahkan kepada awak kapal pengangkut karena terjadi selisih yang cukup jauh pada dinding kapal saat dilakukan penghitungan.

    Manajemen PT Wilmar Nabati group kepada wartawan di Dumai Ahad (23/7) membenarkan adanya pencurian minyak mentah tersebut.

    “Kalau laporan terbarunya, terjadi pada 12 Juli lalu. Sebanyak 84 ton CPO kita yang diangkut dengan menggunakan kapal SPOB Seroja XIV dengan muatan angkut 3650.0,26 MT dari Kota Sampit tiba di Dumai sudah berkurang sekitar 84 ton,” ujar Marwan.

    Kejadian tersebut diketahui setelah adanya laporan dari petugas dinding yang menemukan kalau adanya kekurangan muatan CPO tersebut saat dilakukan dinding dari tangker ke atas kapal.

    “84 Ton CPO kita yang dicuri oleh para awak kapal tersebut yang jika diuangkan mencapai Rp600 juta dan hal ini sudah kita laporkan ke polisi dan 4 awak kapal sudah diamankan di kantor polisi sementara 9 awak lainnya berhasil kabur,” kata Marawan

    “Dimana dengan temuan kurangnya jumlah muatan CPO kita sempat menginterogasi awak kapal khususnya ABK dan mereka mengakui kalau minyak tersebut sudah dijual oleh perwira kapal yakni Kapten, Chip dan mualim 1 kapal yang mana sebelumnya pihak Kapten kapal ijin kepada ABK untuk pesiar (istilah mereka) sebelum kapal bersandar di dermaga tujuan,” urai Marawan.

    Selain itu, sebelumnya, 2 pekan lalu, ungkapnya, CPO perusahaan yang diangkut dari Kota Sampit dengan kapal Zura 2 juga dicuri oleh awak kapal sebanyak 30 ton dan perkara tersebut juga sudah dilaporkan kepada polisi.

    “Sekarang 14 awak kapal yang diduga terlibat dalam pencurian ini sudah kita serahkan kepada pihak kepolisian untuk penyelidikan lebih lanjut dan proses hukumnya.

    Kejadian percurian ini diakui oleh Marwan sempat tidak lagi terjadi selama 2 tahun belakangan namun kembali kambuh dan aksi pencurian minyak diatas kapal kembali berlangsung.

    “Kita sudah bekerjasama dengan pihak kepolisian untuk mengatasi masalah ini namun pelaku melakukan pencurian di laut saat berlayar,” kata dia.

    Kapolres Dumai, AKBP Donal Happy Ginting, Ahad (23/7/2017) membenarkan laporan pencurian tersebut.

    Dari pengakuan sejumlah tersangka yang sudah diamankan, CPO tersebut dijual oleh 4 ABK. Pencurian sendiri terjadi di perairan DUmai di lokasi pelabuhan Kawasan Industri Dumai.

    Keempat pelaku pencurian berinsial MR (33) sebagai oiler, I (32) sebagai juru mudi II, AM (27) koki, dan BS (42) sebagai juru mudi III, berhasil diamankan Tim Opsnal Polres Dumai, Sabtu (22/7/2017). (ani).




    Sent from my iPhone using KapalAku.com mobile app