Menu

Indonesia Sebagai Negara Kepulauan Pertama dengan Traffic Separation Scheme (TSS)

Discussion in 'Diskusi Umum' started by rpermana, Sep 19, 2019.

Share This Page

  1. Pelayaran
    rpermana

    rpermana is a Verified Memberrpermana Well-Known Member

    • Messages: 277
    • Likes Received: 108
    [​IMG]

    Setelah melewati berbagai proses yang berlangsung selama dua tahun lamanya, International Maritime Organization (IMO) melalui Experts Working Group on Ship Routeing menyetujui proposal yang diajukan Indonesia terkait Traffic Separation Scheme (TSS) atau bagan pemisahan alur laut di Selat Lombok dan Selat Sunda.

    Adapun, penetapan bagan pemisahan alur laut di kedua selat tersebut dilakukan sebagai jaminan keselamatan dan keamanan pelayaran yang disebabkan karena kedua selat tersebut merupakan Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) dengan lalu lintas yang cukup padat.

    Perlu diketahui, terdapat sekitar 40 ribu kapal yang berlayar di Selat Lombok serta 50 ribu kapal yang melakukan pelayaran di Selat Sunda pada tahun 2018 lalu. Melalui adanya Traffic Separation Scheme (TSS), tentu saja angka kecelakaan diharapkan terus berkurang mengingat keselamatan harus menjadi prioritas di Indonesia sebagai negara kepulauan yang terdiri dari lebih 17 ribu pulau.

    Tak sekadar untuk keselamatan, TSS tersebut juga dimaksudkan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi di sektor maritim, di mana Selat Sunda berperan sebagai untuk menghubungkan dua pulau terbesar di Indonesia, yakni Pulau Jawa yang terdiri dari 140 juta penduduk dan Pulau Sumatera dengan lebih dari 50 juta penduduk.

    Pengajuan bagan pemisahan alur laut yang dilakukan pemerintah Indonesia merupakan penerapan dari Visi Presiden RI, Joko Widodo, terkait Poros Maritim melalui Kebijakan Kelautan Nasional Indonesia untuk berperan aktif dalam sektor maritim pada organisasi internasional.

    Setelah penetapan TTS untuk Selat Lombok dan Selat Sunda, Pemerintah Indonesia harus segera memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana, meliputi Stasiun Radio Pantai (SROP), Sarana Bantu Navigasi Pelayaran (SBNP), Vessel Traffic System (VTS) serta peta digital yang harus diperbaharui secara rutin sehingga menunjang operasional dan keselamatan pelayaran setiap saat.

    Source : IME