Menu

Makassar New Port, Pelabuhan Canggih Skala Internasional

Discussion in 'Diskusi Umum' started by rpermana, Feb 4, 2019.

Share This Page

  1. Pelayaran
    rpermana

    rpermana is a Verified Memberrpermana Active Member

    • Messages: 265
    • Likes Received: 98
    [​IMG]

    Makassar New Port (MNP) merupakan salah satu pelabuhan yang masuk ke dalam daftar Proyek Strategis Nasional. Terletak di Sulawesi Selatan, pelabuhan ini hadir dengan sederet fasilitas kelas internasional dan diklaim sebagai pelabuan paling canggih yang ada di Indonesia.

    Lantas, bagaimana progress terkait pembangunan Makassar New Port (MNP)? Untuk lebih lengkapnya, mari kita simak ulasan di bawah ini:

    Konstruksi Canggih Sekelas Pelabuhan Liverpool

    [​IMG]

    Salah satu hal yang paling menarik dari pembangunan Makassar New Port (MNP) adalah konstruksi yang menggunakan teknologi secant pile layaknya Pelabuhan Liverpool, Inggris. Adapun, konstruksi ini masuk dalam kategori ringan yang dipasang dalam posisi rapat, serta dikerjakan dengan sistem pengeboran sehingga proses pengerjanannya jauh lebih cepat dan efisien.

    Dibangun dengan kapasitas 500.000 CBUs dan memakai alat bongkar muat peti kemas modern untuk melayani kapal berukuran hingga 100.000 teus, Makassar New Port (MNP) juga akan terintegrasi dengan jalur transportasi lain, seperti jalan tol dan kereta api, di mana jalur tersebut akan dikembangkan mulai dari Sulawesi Selatan hingga Sulawesi Utara.

    Progress Pengerjaan Makassar New Port (MNP)

    [​IMG]

    Pengerjaan proyek Strategis Nasional yang satu ini dikerjakan dalam tiga tahapan, yakni tahap 1 pada bulan Juni 2015, serta tahap 2 dan tahap 3 pada bulan September 2016. Dengan biaya proyek mencapai Rp2,51 triliun, Makassar New Port (MNP) Tahap I A dengan panjang dermaga mencapai 9,9 kilometer kini sudah diresmikan dan beroperasi sejak akhir tahun 2018 lalu oleh PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero).

    Melalui adanya Makassar New Port (MNP), konektivitas di kawasan timur Indonesia bisa dilakukan dengan lebih efisien. Selain itu, pelabuhan yang pengerjaannya sepenuhnya dilakukan oleh tenaga kerja lokal ini pun akan memudahkan pengangkutan logistik ke wilayah Indonesia Timur sehingga tak perlu lagi melalui Surabaya maupun Jakarta dan menghemat anggaran logistik mencapai 50 persen.