Menu

Potensi Komoditas Laut Indonesia

Discussion in 'Diskusi Umum' started by rpermana, Apr 15, 2020.

Share This Page

  1. Pelayaran
    rpermana

    rpermana is a Featured Memberrpermana is a Verified Memberrpermana Well-Known Member

    • Messages: 293
    • Likes Received: 122
    [​IMG]

    Indonesia merupakan salah satu negara kepulauan terbesar di dunia. Dengan luas total wilayah kedaulatan seluas 7,81 juta kilometer persegi, sebagian besar wilayah kedaulatan Indonesia tersebut merupakan wilayah perairan, yakni wilayah lautan seluas 3,25 juta kilometer persegi dan wilayah Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) seluas 2,55 juta kilometer persegi.

    Sebagai negara tropis, Indonesia memiliki keunggulan geografis, salah satunya adalah biota laut Indonesia yang beragam. Potensi biota laut Indonesia yang dapat dijadikan komoditas diantaranya kelompok ikan demersal dan pelagis (seperti tuna, gurita, dan ikan teri), serta bermacam-macam jenis udang, cumi-cumi, kepiting, rumput laut, dan lobster.

    Dengan keunggulan tersebut, tentu diharapkan kekayaan laut Indonesia dapat memenuhi kebutuhan masyarakat dan menjadi penopang perekonomian bangsa. Indonesia sendiri saat ini merupakan salah satu pemasok ikan tuna terbesar di dunia serta pemasok kepiting terbesar di Amerika Serikat.

    Pergerakan Angka Produksi Perikanan Indonesia

    [​IMG]

    Meski target produksi perikanan Indonesia secara umum mengalami peningkatan, terkhusus target produksi perikanan tangkap, KKP memberikan target di tahun 2020 lebih rendah, di mana pada tahun 2019 targetnya adalah sebesar 8,4 juta ton.

    Sementara untuk tahun 2020, KKP menargetkan produksi perikanan tangkap sebesar 8,02 juta ton. Sementara untuk perikanan budidaya sebesar 7,45 juta ton, dan rumput laut sebesar 10,99 juta ton. Total target produksi perikanan Indonesia sebesar 26,46 juta ton.

    Mengenai adanya penurunan target tersebut, Direktur Jenderal Perikanan Tangkap KKP, M. Zulficar Mochtar, menjelaskan bahwa KKP bertujuan untuk mendorong adanya peningkatan kualitas, sehingga berimbas pada target produktivitas yang mengalami penurunan. Sementara itu, angka produksi perikanan tangkap terus mengalami kenaikan.

    Pada 2015 produksi perikanan tangkap mencapai 6,67 juta ton, pada 2018 angka tersebut meningkat menjadi 7,3 juta ton, dan hingga kuartal ketiga tahun 2019 produksi perikanan tangkap mencapai angka 5,5 juta ton. Sebagai catatan, produksi perikanan tangkap di tahun 2018 hingga kuartal ketiga adalah 4,9 juta ton, sehingga di tahun 2019 diproyeksikan total produksi perikanan tangkap akan mengalami kenaikan sebesar 17%.

    [​IMG]

    Selaras dengan meningkatnya produktivitas perairan tangkap, nilai produksi perikanan tangkap juga mengalami peningkatan. Apabila di tahun 2015 nilai produksi perikanan tangkap mencapai angka Rp 120,6 trilyun, di tahun 2018 angka tersebut meningkat hingga Rp 210,7 trilyun, dengan kata lain nilai produksi perikanan tangkap di Indonesia mengalami peningkatan rata-rata 23,20% tiap tahunnya.

    Untuk menopang produktivitas komoditas laut, tentu dibutuhkan campur tangan Pemerintah untuk membantu berbagai macam aktivitas perikanan di Indonesia. Oleh karena itu, Indonesia melalui KKP menganggarkan dana sebesar Rp 6,47 trilyun untuk kepentingan laut dan perikanan di Indonesia. Anggaran tersebut juga diharapkan dapat membantu kesejahteraan nelayan, pembudidaya ikan, petambak garam, serta pengolah dan pemasar hasil perikanan.