Menu

Transko Rajawali: Kapal Dual Fuel Pertama di Indonesia

Discussion in 'Diskusi Umum' started by rpermana, Jun 16, 2020.

Share This Page

  1. Pelayaran
    rpermana

    rpermana is a Featured Memberrpermana is a Verified Memberrpermana Well-Known Member

    • Messages: 293
    • Likes Received: 122
    [​IMG]

    Sekali lagi, Indonesia tidak berhenti untuk terus berkembang di bidang maritim. Indonesia terus meningkatkan potensi laut yang dimiliki dengan berbagai macam inovasi, salah satunya adalah Kapal Transko Rajawali, yaitu kapal dual fuel pertama di Indonesia. Kapal ini menjadi kapal ke 66 yang dimiliki oleh Perusahaan PT Pertamina Trans Kontinental (PTK), anak perusahaan dari PT Pertamina (Persero).

    Kapal Transko Rajawail diserahterimakan oleh PT Dok Warisan Pertama (PaxOcean) kepada PTK pada tanggal 21 Agustus 2019 di Batam. Kapal ini akan ditujukan untuk meningkatkan kegiatan bisnis yang berkaitan dengan jasa pelayaran, kemaritiman, dan logistik, yang mencakup kawasan dalam dan luar negeri.

    Hemat Biaya dan Ramah Lingkungan

    Keunggulan kapal dual fuel ini adalah mesin yang digunakan pada kapal ini dapat menggunakan dua jenis bahan bakar, yaitu high speed diesel (HSD) dan liquefied natural gas (LNG). Dikarenakan mesin yang dapat menggunakan dua jenis bahan bakar, Kapal Transko Rajawali menjadi lebih irit dalam penggunaan bahan bakar, dengan menghemat biaya operasi hingg 10 – 15%.

    [​IMG]

    Karena kapal yang berjenis Harbour Tug 500 PS LNG dual fuel dapat menggunakan bahan bakar LNG, maka tidak banyak menghasilkan emisi gas buang. Hal ini membuat kapal ini jadi lebih ramah lingkungan. Selain itu, harga bahan bakar LNG juga lebih murah dibandingkan solar dan membuat kapal ini lebih hemat.

    Bukti Kualitas Anak Bangsa

    Kapal Transko Rajawali dibuat oleh galangan PT Dok Warisan Pertama (PaxOcean) dengan jumlah pekerja sekitar 900 pekerja PaxOcean dan 1.000 pekerja dari mitra bisnisnya, dengan jumlah anak bangsa sekitar 90%. Selain itu, komponen pada kapal ini menggunakan 40% komponen dalam negeri dengan sisanya merupakan komponen yang diimpor dari negara lain.

    Kapal Transko Rajawali dibangun dalam kurun waktu 18 bulan. Kapal ini juga bertujuan untuk memenuhi permintaan pelanggan PT PTK, yaitu PT Perta Arun Gas, sebagai bentuk sinergi antar anak perusahaan di lingkungan grup Pertamina.

    Kapal ini menambah rentetan prestasi Indonesia di jasa pelayaran. Kapal Transko Rajawali dapat membantu untuk terus meningkatkan pelayanan Indonesia di bidang maritim.
     
    Last edited: Jun 16, 2020